Home / Pendidikan / Kebijakan Sistem Zonasi, Penerimaan Siswa Baru, Menghambat Siswa, Berprestasi

Kebijakan Sistem Zonasi, Penerimaan Siswa Baru, Menghambat Siswa, Berprestasi

editorial_1202_800x600_PPDB1Jakarta : Kebijakan Kemendikbud memakai sistem Zonasi, dalam penerimaan siswa baru, disatu sisi, dikualitas lumayan baik. Sebab, siswa, lebih dekat ke lokasi sekolah.

Dengan mendekatkan jarak antara rumah dengan sekolah, bakal mempermudah para orang tua, memonitor perkembangan anaknya serta bisa mengurangi kekhawatiran para orang tua, bakal terjadinya tauran, sebab pulang lebih sore dari sekolah, ada ektra kulikuler alias pelajaran tambahan. Tetapi dalam pelaksanaannya, nyatanya tak semudah yang kami kira serta persoalannya-pun lebih rumit.

Dengan sistem Zonasi, seorang siswa SMP berpretasi, yang ingin melanjutkan pendidikan di sekolah unggulan alias sekolah pavorit, yang tak sama kabupaten/kota dengan sekolah asal, peluangnya sangat kecil untuk diterima sebab kuotanya hanya 5 persen.

Kesusahan lain yang dihadapi siswa, tak bisa bersekolah di tempat tinggal orang tuanya, apabila sekolah asalnya, tak sama, kabupaten serta kota dengan tempat tinggal orang tuanya.


Sebab, didalam Pasal 16 ayat (1) Peraturan Menteri Pendidikan serta Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018 mengenai Penerimaan Peserta Didik Baru, dengan jelas disebutkan, sekolah diharuskan menerima 90% calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat dari sekolah. Kebijakan Zonasi ini, berpotensi memisahkan tempat tinggal anak dengan orang tua.

Pengajar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Udayana Jimmy Z. Usfunan, berkata, kebijakan Zonasi melewati Permendikbud nomor 14 tahun 2018 , memberbagi opsi susah terhadap keluarga untuk memilih ikut orang tua alias bersekolah di alamat asal. Faktor ini, bakal sangat susah bagi orang tua yang ingin mengantarkan anak anaknya.

Apabila yang diharapkan, pemerataan pendidikan, mulai dari SD, SMP serta SMA, di seluruh Indonesia, maka, Pemerintah juga butuh memahami kondisi para orang tua siswa, serta juga sarana prasarana pendukung di sekolah untuk menambah prestasi belajar membimbing siswa.

Sebab, tak semua sekolah negeri di perkotaan, maupun di perdesaan, mempunyai sarana prasarana yang memadai yang bisa menunjang prestasi belajar siswa.

Sumber:RRC.co.id

Lihat juga

9219

Ini yang Wajib Anda Tahu jika Bercita-Cita Kuliah ke Amerika Serikat!

Pelajar Indonesia wajib bersaing ketat bila ingin melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat (AS). Telah begitu, …