Home / Ekonomi / Pakai Layanan Jalur Hijau, 66 Perusahaan Investasi Rp 179 Triliun

Pakai Layanan Jalur Hijau, 66 Perusahaan Investasi Rp 179 Triliun

BKPM InvestasiJakarta – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sebanyak 66 perusahaan telah memanfaatkan fasilitas percepatan importasi jalur hijau. Dari 66 perusahaan tersebut, total investasi yang dibukukan mencapai Rp 179,9 triliun.

Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan, berdasarkan data BKPM serta Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) per 18 Juli 2016, ada 66 perusahaan yang telah dilakukan pemutakhiran profil perusahaan dalam rangka pemanfaatan layanan jalur hijau berdasarkan rekomendasi BKPM kepada Dirjen Bea Cukai.

“Total nilai rencana investasi 66 perusahaan tersebut sebesar Rp 179,9 triliun,” ucap Dia di Kantor BKPM, Jakarta, Selasa (26/7/2016).

Franky menjelaskan, fasilitas percepatan jalur hijau ini merupakan hasil kerjasama BKPM serta Bea Cukai. Fasilitas ini memberikan sebuah kemudahan melalui fasilitasi percepatan importasi mesin, barang, serta peralatan bagi perusahaan yang masih dalam bagian konstruksi yang merealisasikan investasinya. Kemudahan tersebut berbentuk pemutakhiran profil perusahaan dalam rangka pemanfaatan layanan jalur hijau.


Dia mengungkapkan, beragam sektor investasi telah memanfaatkan fasilitas ini, antara lain di sektor industri kertas, barang dari kertas serta percetakan; industri kimia dasar, barang kimia serta farmasi; industri besi dasar, barang logam, mesin serta elektronik; industri alat angkutan serta transportasi lainnya; industri mineral non logam; listrik, gas serta air.

Selain itu juga sektor industri makanan; industri karet, barang dari karet serta plastik; perumahan, kawasan industri serta perkantoran; pertambangan; tanaman pangan serta perkebunan; hotel serta restoran; transportasi, gudang serta telekomunikasi; industri tekstil; serta industri kulit, barang dari kulit serta sepatu.

Sementara dari sisi lokasi, 66 perusahaan tersebut menanamkan investasi di 19 provinsi di Indonesia, antara lain, Sumatera Selatan sebanyak 3 perusahaan, Jawa Barat 19 perusahaan, Banten 6 perusahaan, Sulawesi Tengah 4 perusahaan, Riau 2 perusahaan, Kalimantan Barat 2 perusahaan, Sulawesi Selatan 6 perusahaan, Jawa Timur 9 perusahaan, Maluku Utara 1 perusahaan, Sulawesi Tenggara 3 perusahaan.

Kemudian, Maluku sebanyak 2 perusahaan, Lampung 1 perusahaan, Sulawesi Barat 1 perusahaan, Sulawesi Utara 2 perusahaan, Kalimantan Timur 1 perusahaan, Jawa Tengah 1 perusahaan, Sumatera Utara 1 perusahaan, Jambi 1 perusahaan, serta DKI Jakarta 1 perusahaan.

Franky menambahkan pihaknya serta Ditjen Bea Cukai bakal mendorong efektivitas percepatan importasi jalur hijau. Faktor ini dilakukan untuk mendorong kenaikan investasi di Indonesia.

Salah satu langkah yang bakal ditempuh adalah mendorong perusahaan yang mengajukan aplikasi atau permohonan masterlist untuk pertama kalinya. Sekaligus mengajukan permohonan percepatan jalur hijau sehingga bisa mendukung kelancaran kegiatan importasi mesin, barang, serta peralatan dalam rangka konstruksi perusahaan.

“Kecepatan perusahaan dalam melakukan konstruksi berbeda-beda. Apabila perusahaan telah mengajukan permohonan masterlist, mereka sudah akan melakukan importasi mesin, barang serta peralatan. Dengan demikian, fasilitas percepatan jalur hijau lebih efektif untuk mendorong realisasi mereka lebih cepat,” tandas dia.

Lihat juga

kereta api sulawesi

Aceh Sampai Lampung Bakal Tersambung Kereta Api

Selain berencana menghubungan Aceh sampai Lampung di Pulau Sumatera dengan jalan bebas hambatan, pemerintah juga …