Home / Peristiwa / Musim Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta

Musim Kemarau Pengaruhi Kualitas Udara Jakarta

WowKeren

Kualitas udara di Jakarta diperkirakan akan terus menurun pada periode musim kemarau namun dari pantauan udara yang diperoleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dimana indeks pencemaran udara di ibukota tidak berlangsung selama 24 jam atau hanya terjadi di jam tertentu seperti pagi dan juga sore hari.

Dari pantauan udara milik BMKG indeks polusi pada tanggal 31 Juli 2019 di sekitar kawasan Kemayoran Jakarta Pusat mencapai 157 gram per mm kubik atau di atas udara yang diperkenankan dikisahkan 100 gram per mm kubik sehingga dinyatakan kawasan tersebut tingkat pencemaran udara tidak cukup sehat bagi manusia.

Menurut Suradi kepala sub bidang pencemaran udara BMKG polusi udara ini terjadi sejak awal Juni hingga akhir Juli yang merupakan musim kemarau di mana partikel air yang dapat mengurai asap pembuangan dan debu secara alami berkurang.

“Jakarta kita ketahui bulan agustus ini adalah puncak musim kemarau hujannya berkurang dan dari data hujan kemudian kita sandingkan dengan data konsentrasi memang ada perbandingan yang berbalik artinya ketika curah hujannya semakin kecil terus kemudian konsentrasi partikel atau pencemaran udara semakin tinggi.

Nah ini mudah-mudahan ketika nanti sudah mulai ada turun hujan kemudian akan dibersihkan secara natural atau secara alami oleh hujan itu sendiri. “

Update Proyek Tol Kunciran Serpong

Lihat juga

Sampah Plastik Cemari Teluk Ambon

Sejumlah komunitas pencinta lingkungan dan akademisi dibantu TNI Polri bekerja sama untuk membersihkan lingkungan perairan …