Bondowoso, BERITANASIONAL.CO.ID -Kelangkaan gas elpiji bersubsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon kembali dikeluhkan warga. Di pengecer, harga gas melon menembus angka Rp27 ribu per tabung, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.(05/02/26)
Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya kalangan rumah tangga dan pelaku usaha kecil, merasa terbebani. Pasalnya, gas elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok sehari-hari yang sangat bergantung pada stabilitas harga dan ketersediaan.
Salah satu warga mengaku terpaksa membeli gas dengan harga mahal karena sulitnya mendapatkan.
“saya beli di pengecer meski harganya mahal hinga mencapai Rp 27000 karena saya jualan,” keluhnya saat di konfirmasi angota SMSI Bondowoso.
Warga menduga mahalnya harga gas melon dipicu oleh pasokan yang tidak lancar serta lemahnya pengawasan distribusi di tingkat bawah. Akibatnya, gas elpiji 3 kilogram yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu justru dijual dengan harga tinggi di pasaran.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan pengawasan dan penertiban distribusi gas elpiji bersubsidi. Selain itu, warga juga meminta agar pasokan gas melon ditambah agar kelangkaan tidak terus berulang dan harga kembali stabil sesuai HET.(Yudi)










