Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Bisnis

Menghitung Nilai Ekonomis Susu Anak dari Komposisi, Ukuran, dan Biaya per Sajian

×

Menghitung Nilai Ekonomis Susu Anak dari Komposisi, Ukuran, dan Biaya per Sajian

Sebarkan artikel ini
Susu Anak
Susu Anak

JAKARTA, BERITANASIONAL.CO.ID – Pengeluaran untuk susu pertumbuhan anak dapat menjadi salah satu komponen belanja rutin keluarga, dan AceKid menjadi salah satu produk yang kini dibandingkan konsumen dari sisi bahan utama sekaligus nilai ekonomisnya.

AceKid sendiri adalah susu pertumbuhan hasil kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU Indonesia yang diklaim sebagai formula pertama di Indonesia dengan bahan utama natural whole milk atau susu segar, bukan susu bubuk yang diproses ulang.

Klaim ini melekat pada motto AceKid, “Dari Susu Segar, Nutrisi Lebih Baik”, dengan tagline pendukung “Segar Itu Lebih Baik”, yang menegaskan bahwa susu segar dipercaya membawa nutrisi lebih baik dibandingkan susu bubuk formula pada umumnya, didukung ekosistem AceKid yang menyeluruh dari peternakan sendiri sampai ke tangan konsumen dan dapat ditelusuri (traceable).

Persoalannya, harga per kaleng belum menunjukkan biaya konsumsi sebenarnya. Ukuran kemasan, takaran saji, dan frekuensi minum anak ikut menentukan seberapa cepat produk habis.

Karena itu, penilaian nilai ekonomis perlu menggabungkan tiga hal, yakni komposisi produk, ukuran kemasan, serta biaya per sajian.

Komposisi menentukan nilai

Sebelum menghitung, orang tua perlu memastikan produk sesuai kebutuhan anak. Susu dengan harga murah tidak menjadi hemat apabila akhirnya tidak diterima anak atau tidak sesuai tahap usianya.

Informasi Nilai Gizi menunjukkan energi dan kandungan nutrisi per sajian, sedangkan daftar komposisi menjelaskan bahan yang digunakan. Bahan pada urutan awal umumnya dipakai dalam jumlah lebih besar, dan inilah alasan komposisi sebaiknya dibaca lebih dulu daripada tabel nilai gizi.

Tabel nilai gizi hanya menampilkan angka hasil akhir sebuah formulasi, sementara daftar komposisi menjelaskan dari bahan apa angka tersebut sebenarnya berasal, apakah dari susu segar, susu bubuk, atau bahan tambahan lain.

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Universitas Indonesia sekaligus Konsultan Tumbuh Kembang Pediatri Sosial FKUI-RSCM, Prof. DR. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), mengingatkan pentingnya membaca informasi tersebut secara menyeluruh.

“Klaim dan kandungan tambahan yang ditampilkan pada kemasan sering kali hanya menggambarkan sebagian kecil dari keseluruhan produk. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya berfokus pada informasi yang ada di bagian depan kemasan, tetapi juga membaca dengan cermat dan memahami komposisi utama produk tersebut,” kata Prof. Rini.

Kebiasaan Cek Komposisi membantu keluarga menilai apa yang sebenarnya dibayar. Periksa bahan utama, sumber protein dan karbohidrat, keberadaan sukrosa, sirup jagung, maltodekstrin, perisa, serta informasi alergen, karena inilah beberapa hal utama yang perlu diperhatikan orang tua sebelum memutuskan produk apa pun.

Maltodekstrin merupakan karbohidrat hasil pemecahan pati, dan bahan ini umum ditemukan pada susu formula karena berfungsi sebagai sumber karbohidrat sekaligus pengisi yang menjaga kestabilan tekstur bubuk.

Keberadaannya tidak otomatis membuat produk berbahaya karena penggunaannya tetap diatur regulator pangan, sehingga tidak perlu dihindari secara berlebihan. Sebaliknya, keterangan tanpa maltodekstrin juga tidak menjadikan produk otomatis sebagai susu cocok bagi semua anak.

Selain maltodekstrin, sukrosa dan sirup jagung tergolong hidden sugar atau gula tersembunyi yang tidak selalu disadari orang tua saat membaca kemasan. Konsumsi gula tambahan berlebih pada usia dini dikaitkan dengan risiko kegemukan dan gangguan gigi, sehingga menghindarinya sejak awal menjadi salah satu alasan orang tua kini lebih selektif mencari formula tanpa sukrosa dan maltodekstrin.

Rumus dasar perhitungan

Perhitungan nilai ekonomis dapat dilakukan dengan dua langkah sederhana.

Pertama, hitung harga per gram dengan membagi harga kemasan dengan berat bersih produk.

Harga per gram = harga kemasan dibagi berat bersih (gram)

Kedua, hitung biaya per sajian dengan mengalikan jumlah gram bubuk per sajian dengan harga per gram.

Biaya per sajian = gram bubuk per sajian dikali harga per gram

Untuk memperkirakan pengeluaran bulanan, kalikan biaya per sajian dengan jumlah sajian harian, lalu kalikan 30 hari.

Takaran saji setiap produk berbeda. Ada produk dengan takaran sekitar 25 gram, sementara produk lain menggunakan sekitar 38 hingga 40 gram per sajian. Perbedaan ini berpengaruh besar terhadap total pengeluaran.

Contoh perhitungan

Sebagai ilustrasi, kisaran harga AceKid Care ukuran 400 gram berada sekitar Rp123 ribu hingga Rp131 ribu. Dengan demikian, harga per gramnya sekitar Rp308 sampai Rp328.

Untuk kemasan 130 gram, kisarannya sekitar Rp75 ribu hingga Rp80 ribu atau setara Rp577 sampai Rp615 per gram. Selisih tersebut menunjukkan bahwa kemasan kecil umumnya memiliki harga per gram lebih tinggi.

Jika sebuah produk menggunakan takaran 30 gram per sajian dengan harga Rp320 per gram, biaya satu sajian berada sekitar Rp9.600. Bila anak mengonsumsi dua sajian per hari, pengeluaran bulanan diperkirakan sekitar Rp576 ribu.

Perhitungan ini bersifat ilustratif. Harga dapat berubah mengikuti toko, wilayah, program promosi, dan periode pembelian.

Ukuran kemasan dan risikonya

Kemasan besar biasanya menawarkan harga per gram lebih rendah. Namun, penghematan hanya terjadi apabila produk sudah diterima anak dan dapat dihabiskan sebelum batas penggunaan setelah kemasan dibuka.

Saat mencoba produk baru, kemasan kecil lebih tepat digunakan. Pilihan ini mengurangi risiko produk tersisa apabila anak tidak menerima rasanya atau muncul keluhan tertentu, misalnya gangguan pencernaan yang membuat orang tua mencari formula lain yang dianggap tidak membuat bayi sembelit.

Kemasan yang tidak habis sebelum batas penyimpanan berpotensi menjadi pemborosan. Kondisi ini membuat harga per gram yang lebih murah kehilangan manfaatnya.

Hasil diskusi kelompok terarah atau FGD (focus group discussion) internal AceKid terhadap 1.300 ibu mencatat 56 persen responden pernah mengalami masalah ketika mencoba susu formula. Masalah pencernaan menjadi alasan pergantian produk terbanyak dengan 34 persen, disusul rekomendasi dokter atau teman 22 persen dan alergi 11 persen .

Data tersebut menunjukkan bahwa risiko pergantian produk perlu ikut diperhitungkan dalam anggaran keluarga, sekaligus menjadi alasan mengapa kesesuaian pencernaan anak sering menjadi pertimbangan utama saat mencari formula yang paling alami bagi bayi Indonesia.

Jangan berhemat pada takaran

Beberapa orang tua mencoba menekan pengeluaran dengan mengurangi jumlah bubuk. Praktik tersebut sebaiknya dihindari karena mengubah konsentrasi nutrisi yang diterima anak.

Sebaliknya, menambahkan bubuk melebihi petunjuk juga tidak membuat susu menjadi lebih bergizi. Sajian yang terlalu pekat dapat memengaruhi kenyamanan anak.

Gunakan rasio air dan sendok takar sesuai petunjuk pada kemasan. Sendok takar juga tidak boleh ditukar antarproduk karena ukurannya dapat berbeda.

Penyimpanan turut memengaruhi nilai ekonomis. Bubuk yang menggumpal karena kelembapan atau kemasan yang tidak tertutup rapat berpotensi terbuang.

Kelarutan juga berkaitan dengan pengalaman penyajian. AceKid, misalnya, menggunakan teknologi flash dissolution untuk membantu bubuk lebih cepat dan mudah larut tanpa meninggalkan gumpalan saat diseduh.

Teknologi ini murni berkaitan dengan kelarutan dan kenyamanan penyajian, bukan klaim medis terhadap pencernaan. Kelarutan yang baik tidak menjamin penyerapan lebih baik atau pencernaan nyaman bagi setiap anak, karena respons pencernaan tetap dipengaruhi usia, pola makan, alergi, dan kondisi kesehatan masing-masing.

Menilai nilai produk secara utuh

Nilai ekonomis tidak hanya diukur dari harga, tetapi juga dari kesesuaian produk terhadap kebutuhan anak, termasuk saat membandingkan formula premium yang direkomendasikan untuk anak usia 1 sampai 3 tahun.

AceKid Activegro Stage 3 untuk anak usia 1 sampai 3 tahun menggunakan natural whole milk (susu segar) sebagai bahan utama, sebuah bentuk bahan baku yang berbeda dari kebanyakan formula di pasaran yang menggunakan susu bubuk rekonstitusi.

Pada metode rekonstitusi, susu dikeringkan menjadi bubuk lebih dulu, disimpan, kemudian dilarutkan kembali dan diolah ulang menjadi formula, sebuah rangkaian panjang dengan paparan panas berulang yang berpotensi mengurangi sebagian nutrisi alami. Produk hasil kolaborasi FEIHE International dan MAKUKU Indonesia ini diklaim sebagai susu pertumbuhan pertama di Indonesia terbuat dari susu segar.

Bahan bakunya berasal dari kawasan sekitar 47 derajat lintang utara yang disebut golden milk source atau golden milk belt, yaitu sabuk geografis dengan tanah subur bertipe chernozem, sumber air bermineral alkali, dan rumput hijau berkualitas untuk pakan sapi perah, dengan pendekatan natural and fresh.

Melalui konsep traceable milk source, asal susunya dapat ditelusuri, kemudian diproses menggunakan sistem one-step fresh atau metode satu langkah (one-step process) menjadi produk bubuk dalam rangkaian sekitar dua jam.

Formulasinya diposisikan sebagai susu tanpa maltodekstrin dan susu tanpa perisa sintetik, serta tanpa tambahan sukrosa maupun sirup jagung.

Bagi orang tua yang ingin beralih dari formula lama ke AceKid, peralihan sebaiknya dilakukan secara bertahap dengan mencampur sedikit demi sedikit susu baru bersama susu lama selama beberapa hari, lalu meningkatkan porsinya perlahan sambil memantau reaksi anak.

Saat ini, AceKid dapat diperoleh melalui kanal e-commerce seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop, serta jaringan toko offline di Pulau Jawa, Bali, dan Medan.

Sebelum memutuskan, bandingkan harga di toko resmi, apotek, dan marketplace dengan memperhitungkan ongkos kirim serta promo. Periksa pula tanggal kedaluwarsa, kondisi segel, izin edar BPOM, dan status halal.

Susu pertumbuhan tetap berfungsi sebagai pelengkap makanan beragam untuk anak usia 1 sampai 3 tahun. Anggaran keluarga sebaiknya juga mengalokasikan dana untuk protein hewani, sayur, buah, serta kebutuhan gizi lain, bukan hanya susu.

banner 400x130

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *