57b5e9f18afd3-saat-jessica-tak-bisa-lanjutkan-persidangan_663_382Jakarta – Ayah kandung Wayan Mirna Salihin, Edi Darmawan Salihin, dalam kesaksiannya pada sidang terdakwa Jessica Wongso, mengaku memberi napas buatan terhadap putrinya. Faktor itu diperbuat Darmawan saat Mirna tidak sadarkan diri di Rumah Sakit Abdi Waluyo usai minum es kopi Vietnam di Kafe Olivier.

Pada sidang ke-20 di Pengadilan Jakarta Pusat, Rabu (14/9/2016), penasihat hukum Jessica merilis pakar toksikologi kimia dari Universitas Indonesia (UI) Budiawan. Penasihat hukum Jessica pernah bertanya terhadap Budiawan, “Apa yang terjadi terhadap orang yang memberi napas buatan terhadap korban yang keracunan sianida?”

“Kalau confirm teracun sianida, tidak hanya ada teosianad, apabila sangatlah teracuni maka napasnya bakal terindikasi aroma sianida. Kalau itu yang terjadi maka yang memberbagi napas buatan bakal terganggu (sebab terpapar sianida),” jawab Budiawan.

Tetapi, dalam permasalahan ini, Darmawan yang memberi napas buatan terhadap Mirna tidak mengalami gangguan.

Sebelumnya, dokter forensik ?di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Djaja Surya Atmadja yang mengtahan lamakan jasad Mirna atas permintaan keluarga pernah mendiagnosis secar?a sederhana penyebab kematian Mirna sebelum diformalin.

Caranya yakni dengan mencium aroma dari dalam tubuh, dengan menekan tahap dada serta ulu hati lalu menghirup aroma yang keluar dari mulut. Tetapi ia tidak mendeteksinya.

“Pada pemeriksaan luar, bibir serta kuku korban berwarna biru, saya diagnosis sebab ketidak lebihan oksigen. Lalu saya tekan ulu hatinya untuk cium bau-bau. Kalau baunya bawang putih itu arsenik, kalau baunya bitter almond itu sianida, kalau aroma minyak tanah itu Baygon,” ungkap dirinya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Kemudian, penasihat hukum Jessica Otto Hasibuan bertanya terhadap Djaja, “Apakah Kamu mencium bau-bau itu?”

“Semua tidak terdeteksi,” jawab Djaja.

Wayan Mirna Salihin tewas usai menyeruput es kopi Vietnam mengandung sianida di Kafe Olivier, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, pada 6 Januari 2016. Kawan Mirna, Jessica Wongso, menjadi terdakwa dalam permasalahan dugaan pembunuhan berencana ini.

Iklan Mesin Fotocopy