Gubernur-DKI-Jakarta-Basuki-Tjahaja-Purnama-Ahok-di-Kantor-JakartaJakarta – Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok membantah pernyataan sejarawan JJ Rizal yang menyebut Pusat Data Sastra (PDS) HB Jassin ditelantarkan oleh Pemprov DKI.

“JJ Rizal enggak usah sok ngomong (PDS HB Jassin) deh, yang gaji mereka tiap bulan puluhan juta itu siapa? Duit gua (saya),” ucap Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa 30 Agustus 2016.

Ahok mengakui, mulai tahun ini Pemprov tidak dapat lagi mengucurkan biaya ke pusat data itu. Sebagai solusinya, Ahok menyarankan supaya PDS HB Jassin diserahkan ke Pemprov DKI.

“Pengurus yang mengaku cinta seni, lebih aman (PDS HB Jassin) diserahkan ke Pemda enggak? Bukan pada Ahok loh. Kamu tetap enggak percaya kami (Pemprov) dapat rawat? Kamu boleh masuk sehingga perawat di dalam.” kata Ahok.

Ahok menyebutkan DKI telah memberbagi sertaa hibah ke PDS HB Jassin. Tetapi di tahun ini, mereka tidak lagi dapat menerima hibah sebab ada batasan Peraturan Mendagri Nomor 39 Tahun 2013 mengenai Pedoman Pemberian Hibah serta Bantuan Sosial yang tidak mengungkinkan hibah diperbuat berturut-turut.

“Dapet (dana), tapi enggak dapat berturut-turut kan. Dirinya (JJ Rizal) cuma ngomong doang kan, logikanya gini, kamu mau sertaa hibah saja, kamu kelola, transparansi kamu di mana? Dari Mendagri bilang enggak boleh. Kami tawarin pakai fasilitas kami aja deh, kamu boleh sehingga pengelola, kami gaji, kamu enggak mau juga,” kata Ahok.

Ahok mekualitas, pengelola sekarang tidak transparan dalam mengelola perpustakaan itu. Ahok juga tidak mengerti argumen pengelola tidak bersedia perpustakaannya diambil alih Pemprov DKI. Padahal, Ahok menjamin pengelola lama tidak bakal dipecat oleh DKI.

“Anda cuma minta Rp 2 miliar semakin pesta-pora. Sorry. Masukin dong resmi ke pemda,” kata Ahok.

“Sekarang kalau kamu orang lama, kamu rajin, keren, mungkin enggak diberhentiin? Enggak (dipecat) dong, dapat masuk,” tambah Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun menuding pengelola PDS HB Jassin mempolitisir permasalahan tersebut serta membikin seakan-akan Pemprov DKI meperbuat pembiaran terhadap perpustakaan bersejarah itu.

Perseteruan antara JJ Rizal serta Ahok dimulai ketika sejarawan itu mengeluh soal tidak adanya sertaa hibah dari Pemprov DKI Jakarta terhadap mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal di kantor mereka di Taman Ismail Marzuki.

Iklan Mesin Fotocopy