2014-05-15T230820Z_1139709455_GM1EA5G0JDT01_RTRMADP_3_USA-WILDFILES-CALIFORNIAPekanbaru – Polri menghentikan (SP3) perkara pembakaran hutan dan lahan yang melibatkan 15 perusahaan. Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian berbicara penyidik tak menemukan lumayan bukti terkait keterlibatan perusahaan tersebut.

“Tim dari Bareskrim dan Propam telah turun menonton apakah permasalahan ini pantas untuk dihentikan, kesimpulan sementaranya terbukti tak lumayan bukti,” kata Tito Karnavian usai ramah tamah Pemprov Riau di Balai Serindit Gedung Daerah, Kota Pekanbaru, Senin 29 Agustus 2016.

Menurut dia, kesimpulan itu diambil seusai penyidik mengenal lahan yang terbakar adalah milik korporasi. Sementara, api berasal dari luar lahan tersebut. Api kemudian merambat ke kawasan mereka.

“Masalah ketiga ketika terjadi sengketa, di mana lahan milik korporasi tetapi masyarakat tinggal di sana kemudian terjadi kebakaran di titik tersebut,” kata Tito.

Tetapi, Kapolri masih meminta jajaran Polda Riau mengusut tuntas perusahaan yang terlibat dalam permasalahan kebakaran lahan.

“Prinsip mutlak saya hinggakan, kalau betul ada hal kesengajaan korporasi terlibat, kami tak bakal segan-segan meperbuat penegakan hukum,” tegas Tito semacam dilansir Antara.

Sebelumnya, kebakaran hutan luar biasa terjadi di Riau pada Juli 2015. Pada kebakaran tersebut diduga ada unsur kesengajaan yang akhirnya menyeret 15 perusahaan dan 25 orang ke meja hijau. Tetapi Polda Riau mengeluarkan SP3 terhadap 15 perusahaan itu.

Kembali Terbakar

Agustus 2016, lahan milik 8 dari 15 perusahaan itu kembali terbakar. Saat disinggung soal itu, Kapolri mengaku belum menentukan langkah selanjutnya.

Dia berbicara butuh berdiskusi dengan cara internal terlebih dahulu.

Tetapi, tegas dia, jajaran di Polda Riau semakin mengusut tuntas pelaku pembakar lahan supaya memunculkan efek jera.

Menurut dia, dalam penegakan hukum ada bagian lidik dan sidik. Lidik adalah bagianan mempelajari apakah ada tindak pidana, apabila ada bakal ditingkatkan menjadi penyidikan.

Iklan Mesin Fotocopy