amerika-e1439867763528Jakarta – Kerja sama sipil-milter adalah faktor penting untuk mengoptimalkan pemakaian ruang udara Republik Indonesia dalam mendukung peningkatan konektivitas di negeri ini, terutama di bandara yang dipakai bersama oleh sipil dan militer (enclave).

Sebagai bentuk komitmen memperkuat pelayanan navigasi di bandara enclave, sudah dilaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) alias yang dikenal dengan AirNav Indonesia dengan TNI Angkatan Udara.

Perjanjian kerja sama ini dibangun dalam rangka memperlancar kegiatan penyelenggaraan pelayanan navigasi penerbangan yang meliputi pelayanan lalu lintas penerbangan (air traffic services), pelayanan telekomunikasi penerbangan (aeronoutical telecommunication services), dan pelayanan info aeronoutika (aeronoutical information services).

Kerja sama ini dianggap butuh untuk mendukung keselamatan, keamanan, dan kelancaran penerbangan di Indonesia.

“Secara garis besar, tujuan kerja sama ini adalah untuk meningkatkan keselamatan dan pelayanan dalam penyelenggaraan navigasi penerbangan di bandar udara dan pangkalan udara yang dipakai dengan cara bersama dan di ruang udara dengan mengutamakan keselamatan penerbangan dan pertahanan keamanan nasional,” ucap Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia Yurlis Hasibuan melewati keterangan tertulisnya, Rabu (31/8/2016).

Yurlis meningkatkankan, meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia, maka diperlukan koordinasi yang harmonis untuk memperlancar kegiatan operasional di bandar udara dan pangkalan udara yang dipakai dengan cara bersama dengan didukung oleh Nota Kesepahaman sebagai payung hukum dalam pelaksanaannya.

Di dalam perjanjian, kerja sama ini kedua belah pihak sudah sepakat untuk memakai fasilitas penerbangan pada bandar udara dan pangkalan udara yang dipakai dengan cara bersama dalam rangka pelayanan navigasi penerbangan yang meliputi: alat komunikasi penerbangan, alat vigasi, fasilitas pengawasan (surveillence), dan tanah dan bangunan penunjang pelayanan navigasi penerbangan dengan masih memperhatikan kepentingan pertahanan dan keamanan militer dan kelancaran military procedures operasi penerbangan sipil.

Iklan Mesin Fotocopy