001450300_1473907053-sujiastono-okKulon Progo – Bagianan pembayaran uang ganti untuk lahan bandara Kulon Progo Yogyakarta dimulai pada Rabu 14 September 2016.

Pembayaran yang diperbuat di lima balai desa di kecamatan Temon Kulonprogo Yogyakarta ini dijadwalkan sampai 4 Oktober 2016.

Ceo proyek pembangunan bandara baru Yogyakarta R Sujiastono berbicara uang ganti wajar lahan bandara ini sesuai dengan acuan dari tim appraisal.

Masing-masing warga memperoleh uang ganti sesuai dengan bidang yang dimilikinya. Berbagai warga memperoleh uang ganti sekualitas ratusan juta sampai miliaran rupiah. Oleh sebab itu ia tak bakal lepas tangan usai pembayaran lahan bandara baru ini.

“Pasca pembayaran kami tak lepas begitu saja kami bakal perbuat pendampingan pendampingan agar masyarakat sanggup memakai uangnya dengan cermat berguna demi kesejahteraan mereka,” ucap dirinya di balai desa Glagah Rabu (14/9/2016).

Sujiastono berbicara dalam Izin Penetapan Lokasi (IPL) bandara Kulon Progo seluas 645,62 hektar (ha). Sementara hasil realisasi fisik pengukuran keliling seluas 587,26 ha.

Pihak PT Antariksa Pura (AP) I telah menyiapkan sertaa untuk pembayaran lahan bandara baru sekualitas rP 4,1 triliun. Dalam pencairan sertaa ini AP kerja sama dengan tiga bank yaitu bank Mandiri, BRI serta BNI.

“Kualitas total terhadap proses pergantian masyarakat paku alam fasum asum Rp 4,1 triliun yang bakal kami keluarkan bakal lebih dari itu sebab ada anggaran biaya lain. Ada bop pergantian masyarakat itu Rp 4,14 triliun,” ucap dia.

Sujiastono berbicara dari jumlah investasi yang dikeluarkan tersebut adalah investasi paling besar yang sempat dikeluarkan PT Antariksa Pura I.

Jadi seluruh proses bagianan pembangunan bandara baru di Yogyakarta bisa berlangsung dengan baik jadi dalam proses bagianan ini PT Antariksa pura didampingi oleh kejaksaan tinggi DIY.

“Kita gunakan uang negara yang lumayan besar. Bahwa investasi ini paling besar dalam catatan Antariksa Pura bahkan mungkin di DIY. Cek PAD DIY serta cek berapa pembebasan lahan ini nah oleh sebab itu BPKP serta kejaksaan sebagai kuasa hukum alias pendamping hukum rutin menolong kami,” ucap dia.

Sujiastono berbicara bagianan pembangunan baru diinginkan sesuai dengan jadwal. Jadi bagianan pembayaran berakhir maka proses selanjutnya adalah serah terima hasil oleh BPN. Seusai itu proses groundbreaking alias peletakan batu pertama bandara baru bisa segera dilaksanakan.

“Mudah mudahan lancar jadi ground breaking bisa lancar. Sasaran kami pembayaran ini 4 Oktober 2016 bisa mundur satu dua hari kami bakal akomodir. Maksudnya kalau ada dokumen tak lengkap maka bakal diundang kembali jadi tak ganggu dokumen warga yang telah lengkap,” ucap dia.

Iklan Mesin Fotocopy