paninTangerang Selatan – Gedung tua Bank Panin di Sektor 7 Bintaro, Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) nyatanya belum juga roboh.

Pihak kontraktor tetap membutuhkan kurang lebih 400 ton pasir lagi, untuk merobohkan gedung yang sempat runtuh berbagai waktu lalu itu.

Padahal, penambahan karung pasir ini telah diperbuat sejak 17 Oktober 2016, serta beres pada 21 Oktober 2016. Sistem pembebanan ini dikualitas metode yang paling aman.

“Saat ini kan telah 190 ton, kami butuh hingga 400 ton karung pasir lagi,” ucap Projek Manager PT Wahana Infonusa Ari Yudhanto di Bintaro, Tangsel, Banten, Selasa malam 18 Oktober 2016.

Ari membantah salah prediksi tentang berat karung pasir yang diperlukan. Karena, yang diperlukan hanya meningkatkan lagi berat karung pasir yang diperlukan.

“Sebetulnya ini bukanlah sesuatu yang istimewa, maksudnya metode yang kami gunakan bukan persoalan benar alias tidaknya,” ucap Ari.

“Namun untuk kondisi bangunan yang semacam ini, ya inilah yang wajib diperbuat. Sebetulnya ini adalah teknis yang sederhana,” sambung dia.

Sedangkan, zat kimia yang dipakai untuk melemahkan bangunan telah disebar di empat lantai. Pihak kontraktor telah menaikkan 190 ton pasir serta menunjukkan perubahan alias kemiringan hingga 7,5 sentimeter.

“Kami coba bakal konfirmasi dulu terhadap kepolisian untuk mengerjakan di siang hari, kalau tidak ada alihan yang signifikan, maka kami bakal mengevaluasinya kembali,” kata Ari.

Menurut dia, selain persoalan beban yang menjadi penghambat belum robohnya gedung Bank Panin, melainkan adanya faktor lingkungan serta masyarakat yang juga tidak kalah penting. Butuh kesabaran serta kehati-hatian, tanpa wajib mencelakakan masyarakat alias pekerjanya.

“Terlebih ini adalah yang pertama kali di Indonesia, sehingga kami wajib lebih berhati-hati,” tutup Ari.

Iklan Mesin Fotocopy