9109Anggota Patwal Satlantas Polda Metro Jaya, Aiptu Sutisna, menceritakan kronologi agresi kepada dirinya yang dilakukan oleh seorang perempuan di daerah Jatinegara, kawasan Jakarta Timur.

Saat itu, Sutisna ditugaskan menjaga jalur Transjakarta di Jalan Jatinegara Barat, tepatnya berada di depan Sekolah Santa Maria, Selasa (13/12/2016). Kurang lebih pukul 09.00, tiba-tiba dirinya diteriakkan dengan cacian kasar oleh perempuan bernama Dora tersebut.

“Kurang lebih pukul 09.00-an ada mobil Xenia berhenti persis di depan saya, dirinya buka kaca sebelah kiri, dirinya berteriak-teriak kepada saya, ‘Hei an***g, kalau mau berdiri jangan di situ, di depan sana’. Saya tidak menghiraukan kata-kata itu, mungkin bunda itu (ngomong) bukan ke saya,” kata Sutisna di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/12/2016) pagi.

Makian kasar Dora tidak berhenti di situ. Belum sempat Sutisna menjawab, Dora telah meneruskan makiannya. Sutisna pun bertanya apa salahnya serta mengapa Dora memakinya.

Kebingungan, Sutisna pun berniat mencatat nomor pelat mobil Dora dengan memotretnya. Dora langsung turun dari mobilnya serta merampas ponsel Sutisna.

“Seusai itu dirinya bilang, ‘Saya ini orang Mahkamah Agung, ponsel kalian saya sita, kelak kalian ambil di Mahkamah Agung’. Saya bilang, ‘Saya enggak butuh ngambil ke MA. Kalau Bunda mau, silakan ambil ponsel saya, lah wong ponsel saya jelek’,” kata Sutisna mengulang perbincangan waktu itu.

Sutisna mengaku semakin mencoba mengklarifikasi argumen Dora memakinya. Tetapi, Dora malah mencoba pergi. Sutisna pun mengambil kunci kontak mobil Dora, serta melangkah ke jalur Transjakarta untuk melanjutkan pekerjaannya.

Tindakan Sutisna memicu amarah Dora. Dora memukulinya sambil luar biasa-narik bajunya.

“Seusai puas mukulin saya, saya sempat ngomong, itu di rekaman video telah abis, ‘Ibu apakah udah puas maki-maki saya? Pukulin saya? Kalau terbukti udah puas silakan, tetapi kalau terbukti belum puas ya silakan. Saya tidak akan melawan. Silakan lampiaskan hawa nafsu Ibu, kesedihan Bunda ke polisi, silakan lampiaskan ke saya aja jangan ke orang lain,” kata Sutisna yang tidak gentar waktu itu.

Amukan Dora makin menjadi-jadi. Untuk kali kedua, Sutisna bertanya apakah Dora telah puas memukuli badan serta mukanya. Dora akhirnya berhenti sebab mungkin lelah.

Seusai berhenti, Sutisna mengembalikan kunci mobil itu. Ponsel Sutisna yang tetap dipegang Dora dilempar oleh Dora ke jalur Transjakarta.

Sutisna berkata, pagi itu, Dora tidak melakukan pelanggaran apa pun. Sutisna sendiri juga tidak memberhentikan kendaraannya ataupun menilangnya. Sutisna juga merasa tidak sempat kenal alias berurusan dengan Dora sebelumnya. Dora memakinya tanpa alasan.

“Asal usulnya juga enggak jelas, saya enggak tahu. Mungkin sebab macet alias ada persoalan apa saya enggak tahu. Ya namanya manusia tentu ada persoalannya. Makanya dirinya ketemu saya, mungkin sehingga sasarannya saya,” ucap Sutisna.

Sutisna yang sukses mencatat nomor pelat itu, selepas tugas pada pukul 14.00, melapor ke Polres Metro Jakarta Timur. Dora sampai sekarang belum diperiksa serta belum ditahan oleh kepolisian.

Wisata Taman Kota 2 BSD