162718_620Surabaya – Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) cabang Juanda memprediksi hujan bakal masih berlangsung pada April hingga pertengahan Mei mendatang di Jawa Timur. Prakirawan BMKG Agatha Mayasari mengatakan April hingga pertengahan Mei 2016 merupakan musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

“Hujan dengan intensitas rendah hingga sedang,” kata Agatha, Jumat 15 April 2016.

Selain Surabaya, wilayah yang diguyur hujan dengan intensitas rendah adalah Kabupaten Tuban, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Bangkalan, serta Kabupaten Pamekasan. “Wilayah-wilayah ini intensitas hujannya antara 5 hingga 20 mililiter per hari,” tutur dia.

Kemudian daerah yang diguyur hujan dengan intensitas sedang adalah Kabupaten Magetan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ponorogo tahap timur, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten probolinggo. “Ini intensitas hujannya antara 20 hingga 50 mililiter per hari.”

Sementara itu, Kepala Analisis dan Perdiksi Cuaca BMKG Juanda, Taufik Hermawan meminta masyarakat mewaspadai banjir pada musim peralihan cuaca ini. Meski, kata dia, banjir tidak separah saat puncak musim hujan. “Masyarakat tetap harus waspada,” ujarnya.

Selain banjir, Taufik menambahkan, ada potensi terjadinya angin kencang serta puting beliung. Karena masih terbentuk awan kumolonimbus. “Ini bisa terjadi di seluruh daerah Jawa Timur,” ujar dia.

Surabaya hingga pukul 13.35 siang masih hujan. Beberapa jalan masih tampak tergenang air. Contohnya di Jalan Demak ketinggian air masih sekitar 15 cm sedangkan untuk Jalan Ploso Timur ketinggian air juga masih sekitar 15 cm.

Iklan Mesin Fotocopy