jimly-icmi_20151213_150558Jakarta – Penguatan kewenangan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dengan cara kelembagaan memperoleh dukungan dari sejumlah pihak. Hari ini dukungan moril datang dari Ahli Hukum Tata Negara Jimly Asshiddiqie.

“Sekarang peristiwatum cocok penguatan DPD. Hampir 12 tahun DPD berdiri serta kami dapat evaluasi keberadaannya. Memilih anak buah (DPD) mahal sekali, mereka orang terpilih dari setiap provinsi. Serta untuk menjadi anak buah DPD jauh lebih susah dari anak buah DPR. Sehingga tidak fair membiarkan DPD semacam kini ini,” kata Jimly dalam diskusi dengan sejumlah anak buah DPD di Hotel Sultan Jakarta, di Jakarta Rabu (31/8/2016).

Jimly optimistis penguatan DPD bakal mendapat dukungan luas dari publik. “Sekarang DPR punya tidak sedikit persoalan. Ada joke lebih baik DPD dibubarkan alias diperkuat. Ini pernyataan memancing tetapi tidak cocok DPD dibubarkan. Dengan penduduk tidak sedikit beragam maka kami perlu double representase keterwakilan ganda melewati DPR yakni partai politik serta sistem teritorial kedaerahan DPD,” kata Jimly semacam dikutip dari Antara.

Menurut Jimly, dulu waktu MPR Orde Baru ada anak buah parlemen dari utusan golongan untuk mengakomodir kalangan minoritas. Apabila amandemen UUD 1945 mengenai penguatan DPD dilaksanakan maka tidak ada salahnya, kata Jimly, memasukkan kembali Utusan Golongan ke dalam MPR alias bergabung dengan DPD.

Tetapi Jimly mengingatkan bahwa ada perbedaan Utusan Golongan dulu serta saat ini. Bedanya dulu Utusan Golongan langsung ditunjuk presiden tetapi nantinya apabila disetujui maka Utusan Golongan yang menjadi anak buah parlemen berasal dari kelompok masyarakat alias ormas kaum minoritas.

“Mekanisme pemilihan Utusan Golongan diperbuat di komunitas masing-masing umpama utusan buruh terlebih dahulu meperbuat konvensi di organisasinya untuk memilih siapa wakilnya. Organisasi petani, nelayan, pers, dokter serta sebagainya dapat punya utusan golongan serta dipertimbangkan pula TNI serta Polri (ada utusan golongan) sebab mereka tidak ada hak pilih serta memilih (di Pemilu),” kata Jimly.

Iklan Mesin Fotocopy