033593600_1460522853-banner_dpo_teroris_santosoJakarta – Satgas Operasi Tinombala meringkus terduga teroris kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) bernama Basri. Anggota gembong teroris Santoso itu ditangkap petugas usai baku tembak di Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memastikan MIT terus lemah dengan tertangkapnya Basri yang menggantikan Santoso memimpin kelompok teroris tersebut.

“Dengan tertangkapnya Basri, kekuatan kelompok Santoso telah sangat lemah,” kata Tito di rumit Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Rabu (14/9/2016).

Menurut dia, Basri adalah orang yang paling disegani di kelompok MIT sepeninggal Santoso yang juga tewas dalam suatu baku tembak Juli 2016 lalu. Bahkan, Satgas Tinombala mengategorikan Basri sebagai buronan yang paling dicari seusai Santoso.

“Basri ini sasaran nomor dua. Serta ini penting, sebab sukses ditangkap nasib-nasib,” ujar Tito.

Tim Satgas Operasi Tinombala kembali meringkus seorang terduga teroris kelompok MIT, bentukan Santoso. Terduga yang diamankan itu adalah Basri.

Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Polisi Rudy Sufahriadi, berbicara penangkapan Basri diawali dari baku tembak antara Satgas Tinombala dengan kelompok MIT di kawasan hutan Poso Pesisir, Poso, Sulawesi Tengah pukul 09.00 WIB.

Seorang terduga teroris dari kelompok tersebut pun tewas. Dirinya adalah Andika.

“Pagi ini pukul 09.00 WIB terjadi baku tembak. Kemudian kita temukan mayat atas nama Andika,” kata Rudy di rumit Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta Selatan, Rabu (14/9/2016).

Iklan Mesin Fotocopy