Home / Lifestyle / Konsep Dapur Hotel, Perlengkapan Masak Standar Internasional

Konsep Dapur Hotel, Perlengkapan Masak Standar Internasional

katering-haji

Suasana di dalam ruang katering haji di Kompleks Asrama Haji Embarkasi Palembang penuh sesak. Beberapa orang dengan baju seragam lengkap sibuk di dapur untuk menyiapkan sayur yang akan dimasak dan disajikan kepada para jamaah haji Kloter 1 yang mulai masuk Asrama Haji Palembang, kemarin (3/8).

“Semua sudah kami siapkan. Mulai dari lauk-pauk, sayuran dan lainnya untuk disantap jamaah asrama haji,” ujar Wakil Manajer CV Afzarki Permata Abadi, Pusparia W Raharjo, sekaligus koordinator juru masak.

Menurutnya, ini merupakan kali pertama pihaknya memenangkan tender katering haji setelah enam tahun lalu tidak ikut lagi karena banyak kesibukan. Istri dari Warto Raharjo MM itu juga tidak menyangka bisa memenangkan tender katering. Ada 13 peserta yang ikut tender, termasuk dari Jakarta. Begitu pengumuman pemenang diterima pada 26 Juli lalu, pihaknya langsung mempersiapkan semuanya.

Persyaratannya umum sesuai jasaboga dan pastinya masalah pengalaman karena harus sesuai standar ISO 22000, berbicara penanganan pangan mulai dari pembelian, pengolahan proses dan penyajian. Berbekal pengalaman menjalankan usaha katering sejak 2004 lalu, mudah-mudahan semuanya bisa dilakukan dengan baik.

Ia dibantu 36 pegawainya siap menyajikan makanan untuk semua jemaah. Untuk dapur memang konsepnya dibuat seperti dapur hotel agar lebih nyaman. Pada pintu masuk dipasang tirai plastik bening, lantainya sangat bersih, semua meja berbahan stainless. Semua pegawai mengenakan pakaian seragam.

Memakai peralatan standar higienis, tim harus mempunyai pengetahuan food handle, perlengkapan peralatan penunjang, masker dan sarung tangan. Khususnya saat packing. Mengenai lauk yang disiapkan, tambah Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia (Adji), sudah ditetapkan Kemenag. Jadi, pihaknya tinggal memasak.

Hari pertama, makan pagi, jemaah akan menyantap ayam goreng kecap, tempe bacam, tumis kacang panjang plus toge sambal tumis, air mineral botol. Nasinya berat 200 gram, ayam 100 gram, sambal 10 gram, air mineral 600 ml, dan 1 potong tempe bacam. “Ini sudah standarnya. Jadi, itulah yang disajikan,” terang ibu enam anak itu.

Menu siang, ikan filet tanpa tulang dan kulit 60 gram, telur ayam 1 butir, capcay tanpa kol. Kemudian makan malam, yakni daging 50 gram, tahu 1 buah, sayur buncis 100 gram. Sedangkan hari kedua, ayam, daging, ikan, capcay diganti sop timlo. Begitupun hari berikutnya.

Agar tidak kelabakan dan repot berbelanja, stok ayam, daging, dan ikan disiapkan untuk satu minggu. Sedangkan sayuran, termasuk tempe dan tahu dibeli setiap pagi. Snack pagi yang disajikan ada dua pilihan, bubur kacang hijau dan bubur jagung manis. Siangnya martabak kari dan siomay.

Sesuai jadwal yang telah ditentukan, semua masakan sudah harus selesai dimasak 2 jam sebelumnya. Pastikan semua berjalan baik, ia menginap di Asrama Haji selama jadwal keberangkatan jamaah haji. “Semua tim harus dipantau dan dievaluasi,” ungkapnya. Ia berharap jamaah puas dan nyaman dengan pelayanan yang diberikan. (Sumatera Ekspres)

Update Proyek Tol Kunciran Serpong