87607_12200127022016_sudirman_said-1Jakarta – Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR mengeluarkan putusan perbaikan nama baik Setya Novanto. Faktor ini sebagai tindak lanjut keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan permohonan mantan Ketua DPR tersebut.

Ketua MKD, Sufmi Dasco Ahmad, ?meminta semua pihak menghormati putusan MKD, tergolong mantan Menteri ESDM Sudirman Said yang mengabarkan Setya Novanto dengan barang bukti yang dikualitas MK ilegal.

“Dia (Sudirman Said) wajib tahu putusan MK final serta mengikat. Sebagai warga negara yang taat hukum wajib patuh kepada putusan MK,” kata Dasco saat dihubungi di Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Politikus Partai Gerindra ini menyindir Sudirman yang tidak patuh pada Undang-Undang yang berlaku di negeri ini.

“Mungkin dirinya (Sudirman Said) nggak tinggal di Indonesia kali, makanya nggak patuh putusan MK,” ucap Dasco.

Sementara, ?Pakar Hukum Tata Negara Margarito Kamis meminta publik untuk tidak terpengaruh dengan opini Sudirman Said seputar keputusan MKD DPR yang merehabilitasi nama baik Setya Novanto.

“Di Mahkamah Konstitusi telah ada putusannya, final serta mengikat. Semua pihak tergolong Sudirman Said wajib menerima, MK telah bilang (rekaman) itu tidak sah, sehingga mau apa? Janganlah bodohi rakyat serta jangan ajak mereka melanggar serta melawan Undang-Undang,” tandas Margarito??.

Dalam menanggapi permasalahan ini, Sudirman meminta supaya publik berpikir siapa sebetulnya yang salah dalam permasalahan yang menyeret Setya Novanto.

“Nurani rakyat juga bisa membedakan mana perbuatan beretika mana yang tidak,” kata Sudirman Said.

“Jadi biarkan semua ini menjadi tahap dari pendidikan publik. Pemimpin negara bertanggung jawab membangun suasana batin serta standar etika itu,” imbuh mantan Menteri ESDM itu.

Setya Novanto yang saat itu menjabat sebagai Ketua DPR serta terjerat permasalahan pemufakatan jahat dalam perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia, yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung. Permasalahan itu lebih dikenal sebagai permasalahan ‘Papa Minta Saham’. Karena saat itu, Novanto disebut mencatut nama Presiden Jokowi untuk perpanjangan kontrak Freeport.

Iklan Mesin Fotocopy