Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Museum Nyah Lasem mengenang Oei Tjoen San – Tjan Trima Nio, Batik Dua Putri.

×

Museum Nyah Lasem mengenang Oei Tjoen San – Tjan Trima Nio, Batik Dua Putri.

Sebarkan artikel ini

Rembang, BERITANASIONAL.CO.ID – Menelusuri keluarga Oei Tjoen San – Tjan Trima Nio (Nyah Lasem), pria kelahiran 12 November 1903 ini, pernah mengelola bisnis rokok di Bali bersama saudara iparnya. Ia Juga meneruskan usaha batik Lasem milik keluarga istrinya. Diusia 69 tahun, ia meninggal dunia akibat penyakit liver dan dimakamkan pada 12 Mei 1972.

Sebagai penerus saat ini yang masih hidup adalah anak kandungnya yang bernama Frida Tan berasal dari Karangturi dan menikah dengan Oei Tjien Hoen, juga sebagai pengusaha batik Lasem, saat ia masih berumur 20 tahun, tak lama setelah ayahnya meninggal. Ia belajar membatik dari ibu mertuanya. Membatik menjadi bagian dari tradisi kerja rumahan yang menghubungkan ketrampilan perempuan lintas generasi. Batik Lasem yang menjadi Icon saat itu bernama “Batik Dua Putri”.

Setelah usaha batik tutup pada dekade tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an, ia sempat bekerja mencari sarang burung walet.

BACA JUGA :
Kasus Proyek Glebek (Sulang) Tetapkan 4 Tersangka.

Setelah kematian suaminya hingga saat pameran ini berlangsung, Frida masih tinggal di rumah keluarga Soditan, Lasem.

Maka untuk mengenang perjalanan hidup Oei Tjoen San diadakan Pameran Peserta di Sekolah Nyah Lasem, yang diadakan pada Sabtu (13/12/2025), yang dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat sekaligus penggagas ide dari pendirian Museum Nyah Lasem yang berada di Desa Karangturi V no.2 Lasem, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang.

BACA JUGA :
Acara Haul Sayyid Chaidar Dahlan di Lasem: Meneladani Sosok Ulama Jurnalis Pejuang Pena

Agik NS selaku penggagas ide Museum Nyah Lasem menyampaikan ” Acara ini kita rancang selama 1 bulan lebih, dengan pembekalan dan pelatihan terhadap anak didik yang diikuti sekitar 10 orang, baik dari wilayah Lasem dan 2 dari wilayah Blora, untuk mengenal lebih dekat tentang Museum Nyah Lasem.

“Dan hari ini sebagai puncaknya kita adakan pameran peserta di sekolah Nyah Lasem,” terangnya.

BACA JUGA :
Perencanaan Revitalisasi Pasar Rembang Akan Dilaksanakan Tahun Depan

Dalam acara tersebut tujuannya adalah memberikan pelajaran dan pelatihan terhadap cerita-cerita dari keluarga, apa yang harus dikerjakan dan apa yang menjadi tujuan.

“Agik mengucapkan terima kasih dan berharap kegiatan ini terus berkelanjutan. Ia berharap kegiatan berkembang dan tidak melupakan sejarah,” ucapnya

Kita sudah tahu Lasem merupakan sejarah dan istimewa, disamping fesel dan merupakan rumah keluarga yang memberikan sejarah dari seorang ibu. Dengan cerita dengan bangganya terhadap Kota Lasem, ini merupakan spirit dan simbol yang harus dijaga dan dirawat oleh penerusnya.(RMD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *