Home / Berita Bisnis & Keuangan / NasDem Ingin Keterlibatan Perempuan di Pileg Melebihi 30 Persen

NasDem Ingin Keterlibatan Perempuan di Pileg Melebihi 30 Persen

Suasana diskusi. Foto: kiri-kanan: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraeni, Pengurus DPP PPP Lena Maryana Mukti, Ichan Loulemba, Politikus NasDem Irma Suryani, Pengurus DPP PAN Chandra Tirta Wijaya–Medcom.id/M Sholahadhin Azhar. Jakarta: Partai NasDem tak khawatir dengan ketentuan keterlibatan perempuan di pemilihan legislatif (Pileg) lebih dari 30 persen. Partai besutan Surya Paloh itu bahkan ingin keterlibatan perempuan melebihi ketentuan yang diatur dalam UU Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik itu. "Sekarang kita sudah terpenuhi ya, tapi kita ingin lebih dari 30 persen. Kita memang melengkapi itu dan alhamdulillah sudah terpenuhi," kata Ketua DPP NasDem Irma Suryani Chaniago di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 14 Juli 2018. Sementara itu, Ketua DPP PPP Lena Maryani mengeluhkan aturan keterlibatan perempuan itu. Ia memandang masih banyak kaum hawa yang merasa berpolitik itu penting. Padahal peran mereka memang dibutuhkan. “Di dalam internal perempuan juga belum banyak yang menyadari kehadiran perempuan di demokrasi. Demokrasi akan mengalami defisit bila tidak ada perempuan,” ungkap Lena. Ketua DPP PAN Chandra Tirta Wijaya mengaku tak terkendala regulasi tersebut. Ia mengklaim, banyak perempuan yang ingin maju ke Pileg dari partainya. Hanya ada sedikit kendala, terutama masalah administrasi.   “Alhamdulillah PAN tidak sulit mencari bacaleg perempuan. Hanya kurangnya tinggal 10-20 persen dikarenakan masalah kurang administrasi saja,” ujar Chandra. Baca: Keterwakilan Perempuan Terganjal Biaya Politik Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini memberi catatan khusus mengenai partisipasi perempuan. Menurut dia, adanya biaya politik membuat banyak perempuan mengurungkan niat untuk nyaleg. "Bukan kita kekurangan perempuan yang mau berpartai. Ada pandangan hadir di politik itu berbiaya besar," kata Titi. Hal ini, kata dia, harus dicarikan solusi oleh partai politik. Salah satu jalan keluar, partai bisa memberi insentif politik bagi perempuan yang mau masuk parlemen. Selain mengundang partisipasi, cara ini juga membuat partai bisa mengontrol kualitas kader perempuam. "Ini juga jadi kendala. Harusnya parpol bisa memberikan insentif politik," imbuhnya.
Baca Lebih Lengkap (klik): NasDem Ingin Keterlibatan Perempuan di Pileg Melebihi 30 Persen
Sumber dari MetroTv News Politik

Update Proyek Tol Kunciran Serpong

Lihat juga

Indonesia Diminta Buka Mata soal Revolusi Industri 4.0

Ketua DPR Bambang Soesatyo/MI/Rommy Pujianto Jakarta: Ketua DPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mendukung pemerintah siap menghadapi …