Ketua DPP PAN Yandri Susanto–MI/Susanto Metrotvnews.com, Jakarta: Partai Amanat Nasional (PAN) akan menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) di Bandung, Jawa Barat, 21-23 Agustus 2018. Rakernas salah satunya membahas strategi pemenangan dan memaksimalkan konsolidasi partai, jelang Pilkada 2018 dan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019. "Kami mau memaksimalkan konsolidasi organisasi khususnya dalam menghadapi Pilkada 2018," kata Ketua DPP PAN Yandri Susanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa 8 Agustus 2017. Rakernas akan mendengarkan laporan seluruh pengurus DPW se-Indonesia, menyangkut persiapan di Pemilihan Legislatif 2019. Sebab, KPU akan segera memulai menyampaikan daftar caleg sementara (DCS) pada April 2018. "Agenda lain selain ingin mendapat laporan dari semua pengurus provinsi semua Kabupaten/Kota se-Indonesia. Kami juga mau melihat konsolidasi pencalegan dini. April 2018 atau DCS sudah mulai digulirkan oleh KPU," terangnya. Baca: 4 Partai Pendukung Jokowi Matangkan Strategi Pilpres 2019 Rakernas akan dihadiri seluruh anggota DPW, DPC, DPD serta anggota DPR dari Fraksi PAN. Total peserta sekitar 5.000 orang. PAN juga mengundang calon-calon kepala daerah yang akan diusung di Pilkada. "Kami akan mengundang pihak-pihak Jawa Barat, Wakil Gubernur Jawa Barat, Wali kota Bandung, termasuk calon kepala daerah di provinsi lain," ujarnya. Baca: Jokowi: Tiap Partai Berhak Dukung Siapa Saja Rakernas belum tentu membahas keputusan resmi PAN untuk mendukung calon tertentu di Pilpres 2019. Sebab, kata Yandri, PAN masih memiliki satu kali Rakernas lain pada 2018 untuk menentukan sikap di Pilpres 2019. Meski demikian, dia mengakui jika penentuan capres yang bakal didukung berada di forum Rakernas atau kongres. Namun, pembahasan soal pencapresan bisa saja dilakukan apabila kader-kader mengusulkan. "Karena Rakernas forum pengambilan putusan tertinggi setelah kongres. Tapi apakah diputuskan pada rakernas sekarang atau selanjutnya," pungkasnya. Sebelumnya, empat Partai Politik yang telah mendeklarasikan diri memberikan dukungan kepada Joko Widodo untuk Pemilu Presiden 2019. Empat Parpol tersebut yaitu; Partai Golkar, NasDem, PPP dan Hanura. Sebagai parpol pengusung Jokowi, PDIP sendiri belum mengumumkan akan mengusung Jokowi untuk Pilpres 2019. Politikus PDIP, Aria Bima mengatakan pihaknya tidak mau terlalu cepat menyimpulkan siapa calon berikutnya. Sebab tugas Jokowi sebagai Presiden RI belum selesai. “Sekarang ini yang penting Pak Jokowi mikirnya bagaimana memaknai mandat rakyat sampai 2019 ini mewujud dalam bentuk kebijakan-kebijakan yang pro kepentingan rakyat pro kepentingan bangsa," pungkasnya.
Baca Lebih Lengkap (klik): PAN Belum Bahas Capres di Rakernas
Sumber dari MetroTv News Politik

Transpark Mall Bintaro Resmi Dibuka