Mendagri Tjahjo Kumolo dan Kesatuan Perempuan Partai Golkar. Foto: MTVN/M. Sholahadhin Azhar. Metrotvnews.com, Jakarta: UU Pemilu menghendaki pelibatan setidaknya 30% perempuan di partai politik. Atas dasar itu, parpol diminta mengimplementasikan dalam komposisi kader mereka. "Kami harap di setiap parpol harus dibangkitkan kaderisasi wanitanya," kata Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo usai menerima kunjungan Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu 9 Agustus 2017. Tjahjo pribadi mengapresiasi Golkar yang memiliki forum kaderisasi perempuan. Hal ini, menurut dia, adalah persiapan 'Partai Beringin' menyongsong pilkada dan pileg.  Dia menekankan, harus ada kompetisi sehat antara calon laki-laki dan perempuan untuk menjadi pemimpin daerah atau wakil rakyat. Pasalnya, saat ini jumlah perempuan yang menjabat sebagai kepala daerah cenderung menurun jumlahnya.  Ke depan, ia berharap langkah Golkar menjadi insipirasi bagi partai lainnya, terutama dalam memberi pendidikan politik bagi kaum hawa. Dengan begitu, peran perempuan di sistem pemerintahan bisa dioptimalisasi. Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri Soedarmo melihat potensi kerja sama dalam hal pemberdayaan perempuan di politik. Pasalnya, selama ini pihaknya memiliki program dengan maksud serupa, tetapi tak terbatas pada perempuan saja. "Mungkin program ini bisa dikerjasamakan. Kami juga meminta ketua-ketua umum partai bantu memberikan pelatihan pendidikan politik bagi perempuan," jelas Soedarmo. Sementara itu, Ketua KPPG Ulla Nurachwaty mengatakan, pihaknya sedang menginventarisasi kader perempuan berpotensi di Golkar. Langkah itu khususnya untuk maju sebagai kepala daerah atau calon legislatif.
Baca Lebih Lengkap (klik): Parpol Harus Bangkitkan Kaderisasi Perempuan
Sumber dari MetroTv News Politik

Transpark Mall Bintaro Resmi Dibuka