skandal-panama-papers-bukti-pajak-tinggi-bakal-dihindari-5jbJakarta Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat total penerimaan pajak sampai September 2016 mencapai Rp 791,9 triliun. Capaian tersebut salah satunya didorong kehadiran Program Pengampunan Pajak (tax amnesty).

Direktur Potensi, Kepatuhan serta Penerimaan Pajak Kemenkeu Yon Arshal berkata, dari jumlah tersebut, yang berasal untuk pajak penghasilan (PPh) non-migas sebesar Rp 767,2 triliun.

Angka ini tumbuh kurang lebih 18,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 647,6 triliun.

“Kalau total tergolong PPh migas, tahun lalu 687,7 triliun serta tahun ini 791,9? triliun. Tumbuh 15,15 persen?,” ucap dirinya di Jakarta, semacam dikutip Selasa (4/10/2016).

Menurut Yon, capaian tersebut turut terdorong bergulirnya program tax amnesty periode I sampai September 2016. Di bulan lalu, penerimaan pajak tergolong yang berasal dari tax amnesty sebesar Rp 170 triliun.

“Penerimaan pajak untuk September saja itu Rp 170 triliun, tergolong dari tax amnesty,” kata dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi ?mengaku belum puas dengan capaian pajak tersebut. Sebab penerimaan pajak dalam Biaya Pendapatan serta Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2016 ditargetkan sebesar Rp 1.318,9 triliun.

“Saya bilang saya tak puas sebab belum di titik 31 Desember 2016. Sasaran tak lebih lebih kan Rp 1.318 triliun, ini tetap tak lebih Rp 500 triliun. Ini per bulan kita harus cari Rp 200 triliun,” tandas dia.

Iklan Mesin Fotocopy