pemeriksaan-gatot_20160911_010037Jakarta – Penyidik Subdit Remaja Anak serta Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengecek Gatot Brajamusti atau Aa Gatot terkait laporan pemerkosaan dari sejumlah mantan pengikutnya. Pemeriksaan tersebut diperbuat di Mapolda Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono berkata, pemeriksaan juga diperbuat kepada istri Aa Gatot, Dewi Aminah. Dalam pemeriksaan itu, Aa Gatot mengakui sempat meperbuat hubungan seksual dengan cara berkelompok atau threesome bersama pengikutnya. Keterangan itu juga diakui sang istri.

“Dia (Aa Gatot) mengakui sempat meperbuat threesome dengan berbagai wanita dengan cara bersamaan. Serta ini diperkuat oleh kesaksian dari istrinya,” ucap Awi di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/10/2016).

Masih berdasarkan kesaksian Aa Gatot, sambung Awi, sebelum meperbuat hubungan seks tidak biasa itu, mereka rutin didului mengonsumsi sabu yang ia sebut sebagai aspat atau makanan jin. Diduga, zat adiktif itu dipakai untuk memperdayai korban-korbannya.

“Dia mengakui meperbuat persetubuhan dengan korban-korbannya dengan cara bergiliran, satu persatu masuk ke kamar praktiknya,” tutur dia.

Kendati, polisi belum menetapkan Aa Gatot dalam permasalahan dugaan pemerkosaan ini. Polisi tetap meperbuat pendalaman untuk mengarah ke bagian itu.

“Secara prosedural kita wajib meperbuat gelar perkara dulu untuk menentukan status saksi menjadi tersangka. Sehingga tinggal menantikan waktu saja,” pungkas dia.

Permasalahan dugaan pemerkosaan oleh Aa Gatot ini bermula saat wanita muda berinisial C (26) melapor ke SPKT Polda Metro Jaya berbagai waktu lalu. C yang adalah mantan pengikut Aa Gatot mengaku diperkosa dalam rentang tahun 2007 sampai 2011.

Dari hubungan tersebut, C hamil sampai dua kali. Kehamilan pertama, C dipaksa oleh Aa Gatot untuk menggugurkan kandungan. Kemudian pada 2012 atau kehamilan ke dua, C melahirkan anak dari hubungannya dengan Aa Gatot.

Selain C, ada perempuan lain yang mengabarkan Aa Gatot dalam permasalahan yang sama. Tetapi tidak disebutkan bukti diri maupun inisial pelapor.

Iklan Mesin Fotocopy