011523100_1475812073-20161006-ruhut-sitompul-hel2Jakarta Komisi Pengawas Partai Demokrat mengeluarkan rekomendasi untuk memecat Ruhut Sitompul. Rekomendasi ini dikeluarkan sebab Ruhut yang terang-terangan mendukung calon gubernur petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di Pilkada DKI Jakarta. Padahal sewajibnya mendukung Agus Harimurti Yudhoyono yang diusung Demokrat.

Tetapi begitu, pemecatan tidak dan-merta dapat diperbuat Demokrat. Komisi Pengawas wajib menyerahkan surat rekomendasi ini terhadap Dewan Kehormatan Partai. Kemudian, keduanya bakal mengulas rekomendasi itu dalam rapat terbatas.

Rapat terbatas ini belum diperbuat sebab Ruhut tidak hadir saat dipanggil Komisi Pengawas.

“Telah dipanggil (oleh komwas) tapi panggilan pertama belum hadir, maka bakal dipanggil kedua kalinya,” ucap anak buah Dewan Kehormatan Demokrat Darizal Basir di Jakarta, Selasa (11/10/2016).

Seusai rekomendasi dikeluarkan Komisi Pengawas, kemudian mereka bakal memberbagi rekomendasi terhadap Dewan Kehormatan. Perjalanan tidak berhenti di situ, Dewan Kehormatan bakal menyerahkan rekomendasi pemecatan itu terhadap Komisi Partai dan beres di tangan Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono.

Sementara sanksi terhadap Ruhut bakal diberbagi langsung oleh SBY.

Menurut Darizal, Ruhut telah melanggar etika partai. Sebab sikapnya yang mendukung Ahok bermengenaian dengan keputusan partai.

“Bagaimana kami menegakkan kualitas-kualitas kehormatan organisasi kalau kami tidak dispilin dan kami tidak loyal dengan keputusan partai, ya lebih baik kami berada di luar partai aja,” kata Darizal.

Proses pemberian sanksi terhadap Ruhut ini dapat sehingga molor sebab Demokrat tengah sibuk menyiapkan Rapat Kerja Nasional pada 29 Oktober 2016 dan Pilkada Serentak.

Iklan Mesin Fotocopy