030277800_1476061261-000_gf3waMotegi – Marc Marquez tampil sebagai kandidat kuat juara MotoGP 2016. Walau baru empat kali merebut podium pertama, kinerja Marquez jauh lebih konsisten dari dua pesaing terdekat, Jorge Lorenzo serta Valentino Rossi.

Marquez mekegunaaankan dengan baik kondisi dua rival yang terseok-seok. Marquez rutin sukses menyentuh garis finis. Catatan terkurang baik Marquez merupakan mengakhiri balapan di urutan ke-13 pada MotoGP Prancis di sirkuit Le Mans.

Bagi Rossi, menjadi juara dunia MotoGP bukan mustahil. Menempati urutan kedua klasemen pembalap, The Doctor tetap mempunyai napas untuk merebut gelar juara dunia di kelas bergengsi untuk ke 8 kali. Tetapi, pembalap berumur 37 tahun itu wajib melalui skenario yang terbilang susah.

Musim ini, Rossi telah tiga kali gagal menyelesaikan balapan. Petaka itu datang di MotoGP Austin, Italia, serta Belanda. Rossi juga membikin kesalahan besar sampai hanya sanggup finis di posisi delapan MotoGP Jerman.

Skenario Rossi

1. Marquez gagal finis di empat seri tersisa, sedangkan Rossi rutin merebut podium.

2. Marquez dua kali gagal finis, sedangkan Rossi merebut podium juara di empat seri tersisa.

3. Marquez dua kali gagal finis dan sekali gagal podium, sedangkan Rossi merebut dua podium juara dan dua kali podium kedua.

4. Marquez empat kali finis di luar 10 besar, sedangkan Rossi merebut podium kedua di empat seri tersisa.

5. Marquez finis di urutan kelima, sedangkan Rossi selalu merebut podium juara di empat seri tersisa.

Iklan Mesin Fotocopy