008080300_1473916495-20161509_tpffreddybudiman_019Jakarta – Tim Perpaduan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Polri tak menemukan adanya ajaran sertaa yang diterima pejabat di lingkungan Mabes Polri dari terpidana mati Freddy Budiman sebagaimana yang disebutkan dalam testimoni.

Pada testimoni yang diunggah Koordinator Kontras Haris Azhar, Freddy membagi-berikan uang sebesar Rp 90 miliar dari bisnis narkobanya ke sejumlah pejabat di lingkungan Mabes Polri.

Tetapi, pada penelusurannya, TPGF malah menemukan adanya ajaran sertaa ke seorang perwira menengah (pamen) di lingkungan Mabes Polri.

Dana itu bukan dari Freddy Budiman. Bukti yang dikantongi tim menunjukkan sertaa berasal dari terpidana permasalahan narkoba lainnya, yaitu Akiong.

“Setidaknya hanya ada satu ajaran sertaa serta fakta itu telah diakui oleh oknum ini. Pada waktu itu penyelidik serta sekarang pamen. Ada satu bukti awal. Angkanya Rp 668 juta. Tetapi bukan dari Fredy Budiman,” kata Anak buah TGPF, Effendi Gazali saat memberbagi keterangan persnya di rumit Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Jakarta, Kamis (15/9/2016).

Menurut dia, Divisi Profesi serta Penglihatan (Propam) Polri telah mengecek pamen nakal tersebut. Pamen itu berinisial KPS.

“Tersangka Akiong adalah tersangka lain serta bukan berhubungan dengan Freddy Budiman,” tandas Effendi.

Iklan Mesin Fotocopy