cropped-logoamnesty31Jakarta – Dekati akhir periode pertama program pengampunan pajak alias tax amnesty, pelaporan dana repatriasi dan deklarasi semakin melonjak. Tidak tidak sama jauh, uang tebusan dalam program ini juga hampir mendekati angka Rp 50 triliun.

Berdasarkan data statistik amnesti pajak di laman resmi Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (27/9/2016), total pengungkapan harta dan repatriasi terhitung pada pukul 09.30 WIB mencapai hampir menembus angka Rp 2.000 triliun alias cocoknya di angka Rp 1.951 triliun.

Dari total deklarasi dan repatriasi tersebut, setidak sedikit Rp 1.323 triliun adalah deklarasi harta yang ada di dalam negeri. Sedangkan Rp 528 triliun adalah deklarasi harta yang ada di luar negeri. Untuk repatriasi, kualitasnya tercatat Rp 98,9 triliun.

Sedangkan untuk uang tebusan yang sudah diterima Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan dalam program ini sudah mencapai Rp 46,5 triliun. Jumah tersebut naik lebih dari Rp 4 triliun dibanding kemarin pagi.

Apabila dijabarkan, setidak sedikit Rp 40,7 triliun adalah dana dari Harus Pajak Orang Pribadi Non UMKM. Untuk uang tebusan dari Harus Pajak Orang Pribadi UMKM tercatat 1,61 triliun.

Selain itu, untuk Harus Pajak Badan Non UMKM tercatat sudah menyetorkan 4,21 triliun. Sedangkan sisanya sebesar 57,1 miliar adalah setoran dari Harus Pajak Badan Non-UMKM.

kemungkinan besar deklarasi, repatriasi dan juga dana tebusan program tax amnesty bakal melonjak tinggi pada kali ini sebab puluhan pengusaha bakal ikut dan dalam program tersebut pada kali ini.

Untuk diketahui, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P. Roeslani mengundang belasan pengusaha ?untuk serentak ikut program pengampunan pajak pada Selasa ini (27/9/2016).

Rosan dan para anak buah Kadin Indonesia bakal memberi tau Surat Pernyataan Harta (SPH) terhadap Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati.

Keikutsertaan pendiri Recapital Group ini tidak terlepas dari janjinya bahwa ia dan pengusaha alias anak buah Kadin ?lainnya bakal ikut tax amnesty dengan cara serempak. Pengusaha tidak ingin ketinggalan mekegunaaankan tarif tebusan terterjangkau 2 persen sebelum akhir periode pertama tax amnesty.

“Pukul 12.00 WIB di kantor Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Pusat minimal 15 pengusaha alias anak buah Kadin ikut tax amnesty,” kata Rosan saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta.

Setidak sedikit 15 pengusaha tersebut, salah satunya adalah Rosan. Ia pun memastikan bahwa Menkeu Sri Mulyani bakal menghadiri pendaftaran tax amnesty anak buah Kadin dan bakal menerima langsung SPH yang disetorkan pengusaha.

Iklan Mesin Fotocopy