Lumajang, BERITANASIONAL.CO.ID – Ada banyak cara sebagai bukti cinta terhadap tanah air di antaranya dengan mengadakan upacara bendera tepat pada Senin, 17 Agustus 2026.
Dengan dipimpin langsung oleh Kepala Madrasah Ponpes Assalamaddin, upacara bendera dimulai pukul 08.00 WIB. Saat memberikan amanat Lukmanul Hakim, S.Pd mengutip perkataan Soekarno: “Negara adalah alat perjuangan kita, ke luar untuk menghadang musuh yang hendak menyerang. Ke dalam memberantas penyakit di dalam pagar, dan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat serta menegakkan keadilan sosial.”
Jadi, jelas Lukman, negara merupakan benteng guna membasmi pengganggu baik yang dari luar maupun dari dalam. Selain itu tugas negara untuk mengusahakan kesejahteraan bagi rakyat, akan tetapi kini yang terjadi ‘jauh panggang dari apa’ artinya tidak diusahakan sedikitpun. Terakhir mengakkan keadilan sosial, negara seharusnya berlaku adil bagi semua rakyatnya. Hukum tidak boleh tumpul ke atas tajam ke bawah, namun negara harus menjamin kepastian hukum bagi seluruh rakyatnya.
Kita tidak boleh minder, lanjut Lukman, jika kalah modal harus menang akal. Jika kurang pintar harus menang konsisten belajar, dan jika kurang fasilitas harus menang inovasi dan terobosan. “Maka dari itu, kita tidak boleh menyerah terhadap keadaan. Kendala bukan karena kurang alat, akan tetapi seorang pejuang harus pantang menyerah,” kata pria asli Curahpetung ini.
Ingat pesan Gusdur, tegas Lukman, “Jika ingin melakukan perubahan jangan menyerah terhadap keadaan. Asalkan kau yakin di jalan yang benar maka lanjutkan.” Intinya jika mau mencoba hal-hal baru, melakukan inovasi-inovasi, terobosan-terobosan terbaru, dan mencari solusi-solusi di era digital ini maka harus dilakukan. “Pendidikan itu mengajarkan kita untuk liar dalam berfikir, liar dalam berimajinasi bukan liar dalam hidup,” ucapnya.
Apalagi, masih menurut Lukman, motto Pondok ini adalah mengubah yang biasa menjadi luar biasa dan mengubah masa depan menjadi lebih baik. Tentunya semua itu butuh proses untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.
Ia berterima kasih kepada semua petugas upacara, mengapresiasi guru yang telah membimbing mereka sehingga momen HUT RI ke-81 ini untuk pertama kalinya dilakukan dengan suasana yang meriah, dihadiri guru-guru formal. (AF)








