Bondowoso, BERITANASIONAL.CO.ID -Suasana politik di Kabupaten Bondowoso memasuki babak baru seiring digelarnya Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Hotel Ijen View pada Sabtu (4/4/2026) tersebut di hadiri oleh Bupati Bondowoso.
Muscab kali ini tidak hanya menjadi ajang konsolidasi internal partai, tetapi juga momentum penting dalam menentukan arah kepengurusan PKB ke depan. Proses pemilihan yang mengedepankan prinsip musyawarah mufakat mencerminkan komitmen partai dalam menjaga soliditas dan demokrasi internal.
Dalam sambutannya Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas proses kaderisasi yang berlangsung dinamis namun tetap kondusif di internal PKB.
“PKB adalah bagian penting dari sejarah dan pembangunan Bondowoso. Saya berharap Muscab ini melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga mampu bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membawa Bondowoso lebih maju dan berdaya saing,” ujar Bupati Hamid
Kehadiran orang nomor satu di Bondowoso ini menggarisbawahi eratnya hubungan antara eksekutif dengan partai pengusung utamanya. Momentum Muscab pun dimanfaatkan Bupati untuk menyelaraskan visi politik dengan program-program strategis daerah yang telah berjalan, seperti penguatan ekonomi lokal dan optimalisasi pelayanan publik .
Muscab Berbeda: Mengutamakan Mufakat, Bukan Voting
Muscab PKB Bondowoso tahun ini menandai perubahan signifikan dalam mekanisme internal partai. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang kerap diwarnai adu voting sengit, proses kali ini mengedepankan mekanisme musyawarah untuk mufakat.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB, Anggia Ermarini, yang turut hadir memantau jalannya muscab menjelaskan bahwa perubahan ini merupakan amanat Muktamar PKB di Bali. Tujuannya adalah untuk mengakhiri tradisi konflik internal yang kerap memecah belah kader akibat kontestasi ketua cabang.
“Forum Muscab bukan untuk saling membuat faksi, tetapi untuk konsolidasi supaya lebih solid. Mekanismenya musyawarah untuk mufakat,” tegas Anggia di sela-sela acara .
Tiga Nama Kandidat Menguat
Meskipun mengedepankan musyawarah, DPP PKB telah melakukan pemetaan dan mengajukan tiga nama kandidat kuat yang berhak didaulat menjadi Ketua DPC PKB Bondowoso periode 2026-2031. Ketiganya merupakan kader yang saat ini duduk sebagai legislator, yaitu:
1. Ahmad Dhafir (Ketua DPC PKB Bondowoso incumbent sekaligus Ketua DPRD Bondowoso)
2. Tohari (Ketua Fraksi PKB DPRD Bondowoso dan Sekretaris DPC)
3. Ubaidilah (Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dan Ketua Garda Bangsa Jawa Timur) .
Penetapan nama-nama tersebut merupakan hasil pemetaan matang oleh DPP bersama DPW PKB Jatim. Meskipun begitu, forum tetap membuka ruang bagi peserta untuk memberikan masukan atau mengusulkan nama lain dari tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) .
Sinergitas Eksekutif-Legislatif Jadi Kunci
Bupati Hamid, yang juga dikenal sebagai sosok teknokrat, menekankan bahwa pergantian kepengurusan partai jangan sampai mengganggu stabilitas roda pemerintahan. Apalagi, saat ini Pemkab Bondowoso dan DPRD yang notabene didominasi fraksi PKB tengah gencar menuntaskan berbagai agenda penting.
Sepanjang awal tahun 2026, Pemkab Bondowoso telah menetapkan dua Raperda strategis terkait Pajak Daerah dan Pilkades, serta melakukan perombakan besar-besaran birokrasi dengan melantik 11 Kepala OPD baru untuk menyegarkan kinerja pemerintahan .
“Saya berpesan kepada pengurus PKB yang baru nanti, mari kita kawal bersama program ‘RANTAS’ (Ruas Jalan Tuntas), optimalisasi PAD, dan perlindungan sosial untuk masyarakat. Jabatan partai dan jabatan publik adalah amanah yang harus dijalankan dengan integritas,” pesan Bupati Hamid mengingatkan .
Hingga berita ini diturunkan, proses musyawarah di Hotel Ijen View masih berlangsung secara tertutup. Keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin PKB Bondowoso untuk lima tahun ke depan akan diumumkan oleh DPP setelah seluruh rangkaian tahapan uji kelayakan dan kepatutan (UKK) selesai dilakukan di tingkat provinsi dan pusat .














