Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Pemerintahan

Dinsos P3AKB Gelar Baksos KB MOW 2025, Gandeng RSUD dr. Koesnadi Bondowoso

×

Dinsos P3AKB Gelar Baksos KB MOW 2025, Gandeng RSUD dr. Koesnadi Bondowoso

Sebarkan artikel ini

Bondowoso, BERITANASIONAL.CO.ID – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AKB) Kabupaten Bondowoso bekerjasama dengan RSUD dr. Koesnadi menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) Pelayanan Keluarga Berencana Metode Operatif Wanita ( MOW) Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung di RSUD dr. Koesnadi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat program pengendalian penduduk dan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pelayanan KB jangka panjang.

Wakil Bupati Bondowoso, Asad Yahya Safi’i, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian nyata dari upaya mewujudkan keluarga berencana yang berkualitas.

BACA JUGA :
Kolaborasi TLCI dan Kodim 0822 Bondowoso, Bagikan Puluhan Paket Sembako

“KB hari ini bukan sekadar program pengendalian jumlah penduduk, tapi merupakan bakti sosial untuk menciptakan keluarga yang sehat, sejahtera, dan terencana,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinsos P3AKB Bondowoso, Anis Hamidah, menegaskan bahwa pelayanan MOW bukan hanya digelar dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas), melainkan juga sebagai layanan rutin bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui perencanaan kelahiran, kami ingin memastikan para ibu sehat secara fisik dan psikis. Mereka juga akan melalui proses skrining ketat oleh dokter sebelum menjalani MOW agar dipastikan dalam kondisi benar-benar sehat,” jelasnya. 

BACA JUGA :
Sukseskan Ketahanan Pangan, Kodim 0822 Bondowoso Kerahkan Babinsa 

la menambahkan bahwa pemerintah daerah terus mendorong masyarakat untuk merencanakan kehamilan secara sadar dan bijak.

Dengan demikian, angka kehamilan yang tidak direncanakan bisa ditekan, dan kualitas hidup keluarga meningkat.

Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, dr. Yus Priyatna, menjelaskan bahwa MOW diperuntukkan bagi perempuan yang benar-benar mantap untuk tidak memiliki anak lagi.

“Prosedur ini hanya dilakukan setelah ada izin dari suami, dan kondisi psikis serta fisik pasien stabil. Meski secara teori bisa dipulihkan, namun peluang keberhasilan pemulihan sangat kecil dan harus dilakukan di rumah sakit pusat seperti RSU Dr. Soetomo Surabaya atau rumah sakit besar lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :
Babinsa Grujugan Kopka Sukardi Jadi Garda Depan Kawal Penyaluran BLT Dana Desa Ekstrim 2025!

Lebih lanjut, dr. Yus menekankan pentingnya keputusan yang matang sebelum menjalani MOW, karena bersifat permanen.

Calon akseptor harus telah memiliki cukup anak dan berada pada usia yang sesuai, biasanya di atas 40 tahun.

Diharapkan melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga dan pengendalian angka kelahiran dapat meningkat, seiring dengan terwujudnya keluarga-keluarga yang berkualitas di Kabupaten Bondowoso.(Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *