Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

TCWC Jakarta, Waspada Bibit Siklon dan Cuaca Ekstrem di Nusantara

×

TCWC Jakarta, Waspada Bibit Siklon dan Cuaca Ekstrem di Nusantara

Sebarkan artikel ini
Cuaca Ekstrem
Cuaca Ekstrem

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait fenomena atmosfer yang berpotensi memicu cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan. Peringatan ini menyusul terpantau kemunculan tiga bibit siklon tropis aktif di sekitar perairan nusantara.

BMKG melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta melaporkan bahwa ketiga bibit siklon tersebut terdiri dari:

  • Bibit Siklon Tropis 90S – berada di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat
  • Bibit Siklon Tropis 93S – terpantau di sebelah barat laut daratan Australia
  • Bibit Siklon Tropis 92P – berada di wilayah Teluk Carpentaria selatan Papua Selatan

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyatakan pihaknya memantau ketiga sistem ini secara 24 jam penuh, dan berulang kali mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak tidak langsungnya. Potensi dampak itu termasuk hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, bahkan genangan air di daerah pesisir dan dataran rendah.

Risiko Cuaca Ekstrem 2–8 Maret 2026

BMKG juga memperingatkan bahwa pengaruh Bibit Siklon Tropis 90S diperkirakan akan meningkatkan potensi curah hujan ekstrem hingga awal pekan depan pada periode 2–8 Maret 2026. Fenomena ini diproyeksikan memengaruhi wilayah Indonesia dari Jawa bahkan sampai kawasan timur seperti Papua.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa selain bibit siklon, beberapa sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Pasifik utara Papua, Teluk Carpentaria, dan pesisir barat laut Australia turut membantu pembentukan daerah pertemuan angin (convergence zone) yang menyebabkan pertumbuhan awan hujan secara masif di sejumlah wilayah.

Dampak Langsung & Tidak Langsung

Meski belum semuanya diprediksi tumbuh menjadi siklon tropis signifikan, keberadaan bibit ini tetap mampu mengakibatkan:

  • Hujan lebat hingga sangat lebat di berbagai provinsi dari Sumatera, Jawa, hingga Papua
  • Angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang atau gangguan transportasi
  • Gelombang tinggi di wilayah laut selatan Indonesia
  • Genangan air di daerah rendah dan pesisir
  • Peningkatan risiko tanah longsor dan banjir bandang di dataran tinggi

BMKG menekankan agar masyarakat mengikuti informasi resmi dari kanal resmi BMKG untuk mencegah kabar tidak akurat atau hoaks seputar fenomena ini.

Imbauan Pemerintah & Masyarakat

Untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BMKG mengimbau warga untuk:

  • Menyusun langkah antisipasi terhadap dampak cuaca buruk
  • Menjaga keamanan fasilitas dan properti di musim hujan lebat
  • Menghindari beraktivitas di laut saat gelombang tinggi
  • Memastikan jalur drainase dan fasilitas darurat bersih dan siap digunakan

Fenomena bibit siklon ini merupakan bagian dari dinamika atmosfer global yang saat ini juga dipengaruhi oleh unsur-unsur seperti Madden-Julian Oscillation (MJO) serta sistem tekanan rendah di sekitarnya, yang bisa memperkuat pembentukan awan hujan masif di wilayah Indonesia.

Sumber Berita : Berita Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *