Lumajang, BERITANASIONAL.CO.ID – Banyaknya keluhan dari guru honorer yang belum Sertifikasi Guru (sergu) perihal insentif Nonnip mendapat tanggapan serius dari LSM LIRA Kabupaten Lumajang. Ahmad Bashori selaku Bupati LSM LIRA melalui Wakil Bupatinya, Luqmanul Hakim, S.Pd menyatakan LSM LIRA mendesak supaya insentif Nonnip yang menjadi hak guru honorer supaya cepat dicairkan, Selasa (13/10/2026).
Luqman mengingatkan minimnya gaji guru honorer yang berkisar sekitar Rp. 250 ribu hingga Rp. 300 ribu perbulan yang diberikan lembaga tempat mereka mengajar tidak akan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka. “Paling tidak mereka terbantu dengan adanya insentif Nonnip yang diberikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang ini,” tutur pria yang berasal dari Lumajang bagian utara ini.
Apalagi, lanjut Luqman, hal ini juga beririsan dengan slogan Bupati yakni AMAN akronim dari amanah, manusiawi, dan berkeadilan yang diusung Bunda Indah saat pencalonannya dulu. “Nah, sekarang inilah saatnya untuk merealisasikan slogan AMAN itu melalui insentif nonnip tersebut,” terangnya.
Luqman mengingatkan bahwa saat kampanye dulu pasangan Indah – Yudha juga menyinggung soal insentif nonnip bagi guru honorer, kisaran Rp. 600 ribu hingga Rp. 1,5 juta. “Hari ini LSM LIRA mengawal itu supaya guru honorer yang belum sejahtera karena bulum sergu bisa memperoleh sedikit tambahan penghasilan,” pesannya.
Saat media ini mengonfirmasi ke Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si, menegaskan bahwa dana untuk insentif Nonnip bagi guru honorer sudah berada di Kemenag Lumajang. “Coba konfirmasi ke Kemenag, sudah sejauh mana progresnya,” ungkap Bunda Indah.
Darma, S.Sos salah satu guru honorer dari Kecamatan Klakah Lumajang berharap agar insentif nonnip segera bisa cair sebab dengan keadaan ekonomi sekarang semua kebutuhan pokok semakin mahal sedangkan gaji hanya cukup untuk transportasi saja. “Paling tidak ada tambahan buat kami sebagai guru honorer untuk membantu ekonomi keluarga,” katanya.
Saat awak media ini melakukan konfirmasi ke kemenag kabupaten Lumajang pada Selasa (13/10) sore. Petugas bernama Endah di bagian PTSP, menyatakan bahwa Kepala Kemenag masih dinas di luar. “Dan kami tidak berani untuk memberikan nomor kontak pak kepala,” ucapnya. (LH)








