Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita

Pengelola (SPPG) Yayasan Arunika Padaran Rembang, Bantah Isu Telur Busuk di Program MBG

×

Pengelola (SPPG) Yayasan Arunika Padaran Rembang, Bantah Isu Telur Busuk di Program MBG

Sebarkan artikel ini

REMBANG, BERITANASIONAL.CO.ID– Pihak Yayasan Arunika Bumi Jaya melalui Unit Satuan Pelayanan Pangan Bergizi (SPPG) Padaran memberikan klarifikasi resmi terkait kabar viral mengenai dugaan adanya telur busuk dalam paket Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu sekolah di Rembang.

Ketua Yayasan SPPG, Purhadi, menegaskan bahwa setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, kabar tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa insiden tersebut disebabkan oleh faktor kebersihan, bukan karena kualitas isi telur yang busuk.

Informasi ini awalnya mencuat berdasarkan laporan dari tim dapur dan sopir pengantar MBG. Mendapati keluhan tersebut, pihak yayasan segera mengambil langkah taktis.

BACA JUGA :
PPWI Rembang Gelar Bhakti Sosial Pembagian Beras dan Penanaman Pohon di HPN 2026

“Kami langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan pihak sekolah dan menarik kembali menu yang dipermasalahkan untuk dicek kebenarannya,” ujar Purhadi saat ditemui awak media di SPPG kompleks Perum Harmoni, Desa Padaran.

Berdasarkan hasil kroscek yang dilakukan secara teliti, ditemukan fakta bahwa telur tersebut sebenarnya masih sangat layak dikonsumsi dan sama sekali tidak basi, di mana dugaan telur busuk muncul hanya karena adanya bercak kotoran pada cangkang luar yang belum tercuci bersih sehingga secara visual memberikan kesan kurang higienis.

BACA JUGA :
Wisata Pantai Karang Jahe Beach Menjadi Tujuan Wisatawan Menjelang Nataru

Selain itu, pihak yayasan menegaskan bahwa insiden ini merupakan kasus tunggal yang hanya dialami oleh satu orang siswa di satu sekolah saja, sementara sekolah-sekolah lain yang disuplai oleh SPPG tidak melaporkan keluhan serupa sehingga dapat dipastikan bukan merupakan masalah sistematis pada kualitas stok pangan mereka.

Saat awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi SPPG Padaran turut mengonfirmasi bahwa stok telur yang ada memang dalam kondisi layak makan, meskipun terdapat sedikit noda pada bagian kulit luar di beberapa sampel.

Meski isu telur busuk tidak terbukti, Purhadi menyatakan bahwa pihaknya tidak akan menutup mata. Kejadian ini akan dijadikan bahan evaluasi besar-besaran bagi manajemen SPPG Padaran dalam menjaga standar operasional. 

BACA JUGA :
Kasus Proyek Glebek (Sulang) Tetapkan 4 Tersangka.

“Kejadian ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk selalu berbenah dan lebih teliti dalam menyiapkan menu MBG bagi siswa ke depannya,” tegas Purhadi.

Pihak yayasan juga mengimbau kepada seluruh sekolah mitra untuk tidak ragu melaporkan kendala kualitas menu kepada pihak SPPG. Mereka menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab penuh atas segala kelalaian dalam pelayanan demi menjamin kesehatan para siswa penerima manfaat.(RMD/SKN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *