Lumajang, BERITANASIONAL.CO.ID – Acara Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ XXXI) Kecamatan Kedungjajang menjadi ajang untuk mengkomparasikan (membandingkan) dan menguji kemampuan siswa atau santri se-kecamatan dalam bidang seni baca (qiroat), hafalan, seni tulis (kaligrafi), dan karya ilmiah Al-Qur’an yang digelar pemerintah kecamatan Kedungjajang di Pendopo Singowiguno pada Kamis (15/01/2026).
MTQ ini diikuti oleh semua siswa atau santri yang berasal dari beberapa lembaga pendidikan baik pondok pesantren maupun Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan panitia lomba.
Salah satu lembaga yang mengirimkan santrinya untuk mengikuti lomba yakni Ponpes Assalamaddin sangat mengapresiasi sekali adanya kegiatan ini. Althof H. Fikr, S. Kom., yang mendampingi santri menyatakan bahwa kegiatan semacam ini adalah wadah untuk menguji kemampuan santri sekaligus bahan evaluasi bagi lembaga apakah selama ini telah sukses menemukan dan membina bakat dan minat santri atau hanya memberikan pengetahuan saja tanpa mengembangkan bakat dan minat santrinya.
Alhamdulillah, masih menurut Gus Althof, santri kami meraih juara 3, atas nama Shohifah Nur Hasanah dan Hermawan. “Saya berterima kasih kepada ustad yang membina mereka yaitu Abdul Mannan, S.S dan Rahmad Hidayat, S.E yang telah membimbing mereka untuk melakukan persiapan-persiapan sebelum lomba kaligrafi dilaksanakan,” ungkapnya.
Dengan motto: mengubah yang biasa menjadi luar biasa dan mengubah masa depan menjadi lebih baik. Pondok pesantren yang didirikan Kyai Abdus Sukro atau lebih dikenal dengan sebutan Kyai Singowati terus berupaya untuk memberikan yang terbaik dalam mengembangkan sistem pendidikan pesantren yang disesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Sebab pesantren bukan hanya untuk menimba ilmu agama akan tetapi berfungsi sebagai tempat untuk menganalisa kemampuan santri, mengembangkannya dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi masalah yang terjadi serta mencari solusinya. (AF)








